Indramayu, Detik sbs – – Upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan terus dilakukan H. Dedi Wahidi, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Menulis Buku Ajar yang diperuntukkan bagi dosen dan guru di lingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan Darul Ma’arif .
Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 07/08/2026, bertempat di Gedung Seni dan Budaya Kampus Hijau Yayasan Darul Ma’arif .
Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Agus Sunarya Sulaeman, SST., Ak., M.Si., CPMA., CGAA., CGAE., CC. Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Tobroni, M.Pd Rektor Universitas Darul Ma’arif Indramayu, serta Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I – Ketua STIT Al-Amin Kandanghaur.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan dosen UDM Kaplongan serta guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga perguruan tinggi, yang berada di lingkungan Yayasan Darul Ma’arif NU Kaplongan, Karangampel, Indramayu.
Dalam sambutannya, H. Dedi Wahidi menegaskan bahwa seorang pendidik tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga perlu menghasilkan karya intelektual yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Guru dan dosen tidak cukup hanya mengajar. Harus ada karya berupa buku ajar. Dengan begitu kita ikut mencerdaskan bangsa dan meninggalkan warisan ilmu,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar konsep OBE / Outcome Based Education dan Merdeka Belajar dapat diterapkan dalam penyusunan bahan ajar. Menurutnya, hal tersebut penting agar luaran pendidikan dapat diukur serta tetap relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Sementara itu, Dr. Agus Sunarya menekankan pentingnya aspek sistematis serta tata kelola dalam proses penulisan buku ajar. Ia juga menyoroti pentingnya mengembangkan bahan ajar dan hasil riset agar dapat menjadi buku yang menarik serta mudah dipahami.
“Satu naskah, sejuta manfaat: menghidupkan bahan ajar dan hasil riset menjadi buku bacaan yang menarik dan mudah dimengerti,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Tobroni, M.Pd mengajak seluruh dosen Universitas Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu untuk menjadikan budaya menulis sebagai bagian penting dalam kehidupan akademik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan menulis tidak semata-mata dilakukan untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi memiliki nilai yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Menulis bukan sekedar memenuhi kewajiban belaka, menulis adalah ibadah intelektual, menulis adalah investasi peradaban, menulis adalah bagian yang akan terus hidup terus meskipun penulisnya sudah tiada,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I memberikan berbagai teknik praktis dalam penyusunan buku ajar hingga siap diterbitkan.
Ia menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan mendorong setiap dosen untuk memiliki bahan ajar sesuai dengan mata kuliah yang diampunya. Selain menjadi sumber dalam proses perkuliahan, keberadaan buku ajar juga dapat memberikan dampak terhadap aspek akreditasi kampus.
Menurutnya, bahan ajar yang tersusun dengan baik juga akan membantu mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Workshop Menulis Buku Ajar ini dimaksudkan agar setiap dosen bisa menulis bahan ajar ditiap mata kuliah mereka masing-masing, disamping sebagai sumber perkuliahan dalam pembelajaran ini juga akan berdampak pada persoalan akreditasi Kampus. Hal ini tentunya akan memudahkan mahasiswa ketika dalam proses pembelajaran, ini hal yang penting tanpa pelatihan juga ini merupakan tugas yang inkluid dan merupakan tugas pokok seorang dosen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. H. Masduki Duryat menyampaikan bahwa penyusunan buku ajar bagi dosen pada dasarnya bukan sesuatu yang sulit selama terdapat kemauan untuk menulis.
“Penyusunan buku ajar bagi dosen ini sebenarnya sesuatu yang mudah sepanjang dosen itu mempunyai kemauan untuk menulis karena penulisan bahan ajar ini berdasarkan pada RPS yang digunakan pada saat pembelajaran,” pungkasnya.
Melalui workshop tersebut, diharapkan budaya menulis di kalangan pendidik di lingkungan Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan semakin berkembang dan mampu melahirkan karya-karya akademik yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
( Maman )

