Indramayu, Detik sbs – Kekhawatiran warga Desa Puntang dan Desa Jangga terhadap kondisi tanggul Kali Surna-Cipanas kembali mencuat. Keretakan yang dinilai semakin parah membuat masyarakat khawatir tanggul tidak mampu menahan debit air ketika musim penghujan tiba.
Masyarakat meminta pemerintah dan pihak terkait tidak menunggu sampai tanggul benar-benar jebol. Mereka mendesak adanya langkah penanganan darurat sekaligus perbaikan permanen terhadap bagian tanggul yang mengalami kerusakan.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Warga mengingat kejadian banjir pada tahun 2021 ketika tanggul aliran Sungai Cipanas jebol dan berdampak terhadap permukiman serta lahan pertanian dan perikanan masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Puntang, H. Warno, mengatakan kondisi tanggul di Blok Surna-Cipanas saat ini cukup memprihatinkan. Menurutnya, keretakan pada badan tanggul sudah terlihat parah dan membutuhkan penanganan segera.
“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Jawa Barat dan Bupati Indramayu agar kondisi tanggul Kali Blok Surna-Cipanas ini segera mendapat perhatian. Kondisinya sudah retak parah,” ujar H. Warno.
Ia mengungkapkan, masyarakat sebenarnya telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut sejak April 2026. Namun, hingga September, menurutnya, belum ada tindak lanjut yang dirasakan warga di lapangan.
“Kami sudah berupaya menyampaikan persoalan ini sejak bulan April sampai sekarang, tetapi belum ada tindak lanjut dari pihak terkait maupun pemerintah daerah,” katanya.
Senada, sesepuh masyarakat Desa Puntang, H. Warum, membenarkan kondisi tanggul yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.
Ia mengatakan keretakan tanggul menjadi perhatian serius warga, terlebih musim hujan diperkirakan segera tiba. Masyarakat tidak ingin kejadian banjir kembali terjadi akibat kerusakan tanggul yang tidak segera ditangani.
“Kami khawatir kalau musim hujan datang, kondisi tanggul yang retak ini tidak mampu menahan tekanan air. Kami berharap pihak terkait segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat,” ujarnya.
Selain perbaikan fisik tanggul, masyarakat juga berharap dilakukan normalisasi aliran Kali Surna-Cipanas. Pengerukan sedimentasi atau lumpur dinilai dapat membantu meningkatkan kapasitas tampung sungai sekaligus mengurangi tekanan air terhadap badan tanggul.
Warga berharap penanganan tidak sebatas bersifat sementara. Mereka meminta pemerintah melakukan penguatan atau pembangunan infrastruktur tanggul secara permanen sehingga lebih mampu menghadapi debit air tinggi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Puntang dan Jangga.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BBWS maupun instansi terkait mengenai rencana dan waktu penanganan tanggul Surna-Cipanas tersebut.
( Maman )

