Detik.sbs Binjai – Setelah lokasi judinya di Brahrang digrebek dan ditutup oleh Aparat gabungan, hal itu tidak membuat Aju tobat dan mencari usaha lain. Kali ini dirinya memindahkan lokasi judinya ke pasar 7 Tandem.
Lokasi judi itu kini berkongsi dengan Asen dan berlokasi secara aman tanpa takut akan adanya penggerebekan oleh aparat kepolisian. Hal ini diketahui oleh awak media pada Minggu (20/9/2026), jurnalis ini mendapatkan info itu melalui warga yang memberitahukan bahwa Aju sudah memindahkan lokasi judinya itu kepada awak media.
Diketahui judi berjenis dadu, kartu 3 dan rolet itu pindahan dari Brahrang dan Aju kini berkongsi membuka tempat ilegal itu dengan Asen. Lagi – lagi image buruk tercermin dari masyarakat kepada Polri khususnya Polda Sumut dan Polres Binjai. Tidak mungkin APH tidak tahu akan lokasi ini, sebab nama Aju sudah sangat terkenal di Kota Binjai. Apalagi beberapa waktu lalu lokasi judi miliknya yang berada di Brahrang telah digrebek dan petugas tidak menemukan hasil yang memuaskan, namun hal itu tidak membuatnya untuk berhenti melakukan kegiatan ilegal itu. Namun malah memindahkan lokasinya ke pasar 7 Tandem yang masih wilkum Polres Binjai.
Ini memberikan kesan yang tidak baik bagi Polisi, sejak dijabat oleh Irjen Pol. Whisnu Februanto judi bukannya berhenti namun malah semakin marak. Apalagi Aju bukanlah orang baru didunia perjudian, apa karena ada dugaan dibekingi satuan tertentu makanya Polisi takut untuk melakukan penggerebekan. Hal ini jelas menampar wajah institusi Polri yang sudah dianggap baik oleh masyarakat, jangan sampai #percumalaporpolisi kembali digaungkan oleh warga.
Sementara itu warga sekitar bernama Ani mengatakan bahwa lokasi lokasi judi itu sudah buka selama 2 hari. Apalagi terlihat penjagaan begitu ketat oleh orang – orang berambut cepak, penjaga tersebut menanyakan kepada setiap orang yang hendak masuk kelokasi apa maksud dan tujuan. Ini dilakukan agar Polisi tidak mudah masuk ke lokasi melakukan penggerebekan. Polres Binjai yang dipimpin oleh AKBP. R. Bimo Moernanda seakan enggan melakukan penggerebekan dan adanya dugaan adanya pemberian sejumlah upeti benar adanya. Ujar Ani yang meminta hal ini diberitahukan kepada Kapolda Sumut dan kalau bisa langsung ke Kapolri. (RG)
