Indramayu, Detik sbs – Dugaan penipuan dengan modus pengurusan BPJS gratis kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang ibu hamil bernama Nadiya, warga Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu.
Nadiya yang tengah mengandung lima bulan diduga menjadi korban dua orang oknum berinisial R dan W yang mengaku sebagai wartawan. Keduanya menawarkan bantuan pembuatan BPJS gratis untuk keperluan persalinan, namun justru meminta sejumlah uang dengan dalih biaya operasional dan administrasi.
Berdasarkan keterangan korban, awalnya ia diminta menyerahkan uang sebesar Rp1.000.000. Tidak berhenti di situ, oknum tersebut kembali meminta tambahan Rp800.000 dengan alasan proses dari pusat belum rampung.
“Benar, saya didatangi dan ditawari dibuatkan BPJS gratis. Awalnya diminta Rp1 juta, lalu diminta lagi Rp800 ribu. Tapi saya menolak karena BPJS-nya belum jadi,” ujar Nadiya, Sabtu 02/05/2026.
Nadiya juga mengungkapkan bahwa kedua oknum tersebut kerap mendatangi rumah mertuanya hampir setiap hari untuk membujuk agar sisa uang segera dilunasi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Puskesmas Drunten Wetan menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya dalam proses pengurusan BPJS, khususnya bagi ibu hamil. Kepala Puskesmas melalui Ketua Tata Usaha, Suroto, memastikan seluruh layanan diberikan secara gratis.
“Kami melayani pendaftaran BPJS secara gratis bagi masyarakat, terlebih bagi ibu hamil. Cukup datang ke puskesmas membawa KTP dan KK, langsung kami bantu proses,” tegas Suroto.
Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa perantara atau oknum yang mengatasnamakan pengurusan BPJS.
Praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan warga sekaligus mencoreng nama baik institusi pelayanan kesehatan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan publik. Warga pun berharap aparat berwenang segera menindaklanjuti dugaan tersebut.
( Maman )

