Top 5 This Week

Related Posts

Ketok Mejik Bidik India

JAKARTA, Detik l.Sbs – Film Ketok Mejik belum resmi tayang di bioskop Indonesia, tetapi langkahnya menuju pasar internasional mulai terbuka. Film drama komedi garapan Yogi S. Calam itu mendapat respons awal dari pelaku industri perfilman India setelah diperkenalkan dalam BRICS Creative Economy Conference di India pada 6–7 Agustus 2026.

Produser Eksekutif Ketok Mejik, Akshay Melwani, menjadi salah satu pihak yang membawa informasi mengenai karya kreatif Indonesia dalam forum tersebut, Dari pertemuan itu, muncul ketertarikan awal terhadap sejumlah karya, termasuk Ketok Mejik,“Initial interest-nya sangat bagus,” ujar Akshay Melwani saat ditemui di Jakarta.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang bagi Ketok Mejik untuk memperluas perjalanan filmnya, Terlebih cerita yang ditawarkan tidak bertumpu pada isu besar, melainkan kehidupan tiga pekerja bengkel yang berhadapan dengan persoalan utang, usaha yang terancam, persahabatan, dan ambisi mempertahankan tempat mereka mencari nafkah.

Di balik kemasan komedinya, film ini juga menjadi ruang bagi Ananta Rispo untuk menunjukkan sisi akting yang berbeda. Pemeran Ben tersebut harus meninggalkan kebiasaan mengandalkan spontanitas komedi dan lebih banyak memainkan emosi.

Ben dikisahkan menerima warisan berupa sebuah bengkel milik kakeknya,Namun warisan tersebut justru membawa persoalan baru karena bengkel dalam kondisi terlilit utang dan terancam kehilangan usaha,“Ini film saya yang lumayan banyak dramanya karena saya harus ngejalanin cerita, harus ngejalanin dramanya,” kata Rispo.

Bagi Rispo, tantangan tersebut tidak mudah, Latar belakangnya sebagai komika membuatnya terbiasa dengan permainan spontan dan respons cepat. Sementara dalam Ketok Mejik, ia dituntut menjaga karakter Ben agar tetap berada dalam jalur cerita,“Lumayan sulit di awal-awal, perlu banyak belajar dan karena saya komedian,” ujarnya.

Ben kemudian menjalani perjuangannya bersama para pekerja bengkel yang memiliki karakter berbeda, Made yang diperankan Tarra Budiman tampil sebagai sosok ambisius, Saged yang dimainkan Dodit Mulyanto dikenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, sedangkan Unung yang diperankan Arief Didu menghadirkan karakter polos.

Konflik di antara mereka semakin berkembang setelah muncul sebuah palu yang dipercaya memiliki kekuatan khusus. Benda tersebut menjadi elemen penting yang menggerakkan cerita, sekaligus mempertemukan unsur komedi dengan persoalan ekonomi yang dihadapi para tokohnya.

Dengan latar bengkel sebagai pusat cerita, Ketok Mejik mencoba menghadirkan gambaran mengenai perjuangan mempertahankan usaha kecil di tengah tekanan utang dan kepentingan pribadi, Persahabatan ketiga pekerja pun ikut diuji ketika mereka harus menentukan pilihan antara mempertahankan bengkel atau mencari jalan keluar masing-masing.

Kini, perhatian dari India menjadi langkah awal, Namun ukuran keberhasilan berikutnya tetap berada di tangan penonton Indonesia.

Ketok Mejik dijadwalkan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 13 Agustus 2026.

Film ini turut menampilkan Ersa Aurelia, Jarwo Kwat, Agus Kuncoro, Arafah Rianti, Sadana Agung, Erick Astrada, Lolox, Bihun Warwer, Furry Setya, Vidi Bulle, dan Chika Waode.

Jika mampu mendapatkan sambutan positif di dalam negeri, perjalanan Ketok Mejik dari sebuah bengkel sederhana menuju perhatian industri film India berpotensi menjadi pintu bagi karya komedi lokal untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

Popular Articles