JAKARTA, 16 Mei 2026 – Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks, banyak profesional berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin bagi orang lain. Namun, mereka sering kali melewatkan satu hal yang paling mendasar, yaitu kemampuan untuk memimpin diri sendiri.
Fenomena inilah yang diangkat oleh Bilal Faranov (Suara Berkelas & Kahf Storytelling Partner) dalam sesi MoMentum Talks bertajuk “Lead Yourself First: Pilihan Kecil yang Membentuk Leader Besar” di ajang Manager Fest 2026. Melalui sesi ini, Bilal mengajak para audiens untuk merefleksikan kembali fondasi kepemimpinan yang kerap terabaikan.
Konsistensi Jauh Lebih Penting daripada Niat
Sejalan dengan tema besar festival tahun ini, “Shape the Shift“, Bilal menyoroti bahwa perubahan terbesar dalam kepemimpinan tidak selalu lahir dari keputusan besar. Perubahan itu justru dibentuk oleh pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
”Masalah kita bukan di niat, tapi di aksi dan konsistensi. Banyak orang punya tujuan yang baik, tapi berhenti ketika dihadapkan pada rasa tidak nyaman,” ujar Bilal.
Menurutnya, konsistensi merupakan faktor kunci yang sering diremehkan, padahal menjadi pembeda utama dalam perjalanan karier seseorang. Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati dibentuk dari pilihan kecil yang diulang terus-menerus, dan apa yang dicapai hari ini adalah buah dari konsistensi yang telah dibangun sejak lama.
Menghadapi Ego Depletion dan Menjaga Energi
Dalam sesi diskusi, Bilal juga membedah berbagai tantangan nyata yang sering dihadapi kaum profesional, seperti kegagalan mempertahankan resolusi, kecenderungan memilih jalan yang nyaman, hingga sulitnya menjaga stabilitas energi di bawah tekanan.
Ia mengenalkan konsep ego depletion, sebuah kondisi kelelahan mental dan emosional yang membuat seseorang sulit untuk tetap konsisten dalam mengambil keputusan yang tepat. Untuk mengatasi hal ini, Bilal menekankan pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri demi menjaga keberlanjutan performa kerja.

Kepemimpinan Bukan Soal Jabatan
Lebih lanjut, Bilal menjelaskan bahwa esensi kepemimpinan sejati tidak diukur dari posisi atau jabatan struktural, melainkan dari cara seseorang memperlakukan orang lain dalam proses kerja sama.
”Pemimpin sejati tidak dibentuk dari jabatan, tapi dari cara kita memperlakukan orang lain. Dan itu dimulai dari kemampuan kita untuk mendengarkan dan memahami, bukan sekadar memberi arahan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin adalah proses belajar yang tidak pernah usai. Tidak ada pemimpin yang sempurna; semua orang adalah pembelajar yang dituntut untuk terus berefleksi dan bertumbuh.
Bilal menutup sesinya dengan sebuah pesan reflektif bahwa kepemimpinan pada akhirnya adalah tentang bagaimana kita membawa orang lain untuk maju bersama. “Lead yourself first. The rest will follow,” pungkasnya.

Tentang Manager Fest 2026
Manager Fest 2026 merupakan ruang eksploratif tahunan bagi para playmakers lintas industri yang kini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Acara yang diinisiasi oleh komunitas Minutes of Manager (MoM) ini menyuguhkan lebih dari 45 sesi diskusi dengan menghadirkan lebih dari 120 pembicara, serta dihadiri oleh lebih dari 2.000 audiens profesional di fX Sudirman, Jakarta.
Melalui sesi edukatif seperti yang dibawakan oleh Bilal Faranov, festival ini menegaskan bahwa di tengah badai perubahan yang cepat, pergeseran (shift) yang paling krusial justru harus dimulai dari dalam diri sendiri—melalui pola pikir, tindakan, dan konsistensi.
Bagi publik yang ingin mendapatkan pembaruan informasi mengenai kegiatan atau acara Minutes of Manager berikutnya, dapat memantau akun Instagram resmi di @managerfest dan @minutesmanager.

