Kota Bitung, Detik : Suasana penuh suka cita mewarnai kegiatan syukuran penamatan siswa-siswi Kelas IX SMP Negeri 7 Bitung, yang dilaksanakan di kompleks perumahan UK Baru, Kelurahan Kasawari, Kota Bitung, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 193 siswa/i mengikuti prosesi wisuda sederhana ini, yang diselenggarakan secara swadaya oleh komite orang tua murid tanpa melibatkan anggaran atau tenaga operasional dari pihak sekolah.
Keunikan dari acara ini terletak pada inisiatif murni dari para orang tua wali murid. Panitia pelaksana sepenuhnya dibentuk dari unsur orang tua siswa, dengan Yaskur Gobel sebagai Ketua Panitia, didampingi Novita Anggelina Topu (Wakil Ketua), Deisye Sikome (Sekretaris), dan Zenny Senang (Bendahara).
Keputusan untuk menggelar acara di luar lingkungan sekolah diambil melalui musyawarah rapat orang tua siswa seminggu sebelumnya, demi menjaga netralitas dan menghindari potensi beban administratif maupun psikologis bagi tenaga pendidik.
Ketua Panitia, Yaskur Gobel, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan acara. “Alhamdulillah, kegiatan penamatan putra-putri kami di SMPN 7 Bitung berjalan dengan baik dan penuh kesederhanaan. Ini adalah bentuk apresiasi kami sebagai orang tua terhadap perjuangan anak-anak selama tiga tahun menempuh pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa lokasi di tanah kosong kompleks perumahan dipilih sengaja agar tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah.
Gobel juga menjelaskan alasan strategis pemilihan venue di luar sekolah. “Jika dilaksanakan di sekolah, dikhawatirkan akan berdampak negatif atau menimbulkan persepsi keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam urusan finansial atau logistik acara.
Padahal, ini murni keinginan kami selaku orang tua siswa untuk merayakan momen bahagia ini tanpa membebani institusi pendidikan,” jelasnya.
Sikap independen panitia ini diamini oleh Kepala SMPN 7 Bitung, Femiyati Anna Padoma, S.Pd. Dalam keterangan persnya, ia menegaskan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak terlibat dalam perencanaan, pengorganisasian, maupun pembiayaan acara tersebut.
“Kegiatan syukuran penamatan ini murni dilaksanakan oleh para orang tua siswa tanpa campur tangan kepala sekolah dan guru-guru. Kami menghargai inisiatif positif ini sebagai bentuk kemandirian komunitas orang tua,” tegasnya.
Kepala Sekolah menambahkan bahwa peran pihaknya dan seluruh guru dalam acara tersebut hanya terbatas sebagai tamu undangan.
“Sebagai Plt. Kepala Sekolah, saya bersama rekan-rekan guru hadir semata-mata untuk memberikan doa restu dan ucapan selamat kepada para lulusan. Kami tidak mencampuri teknis pelaksanaan, sesuai kesepakatan bersama dalam rapat orang tua siswa sebelumnya,” urainya singkat namun jelas.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini menjadi bukti nyata harmonisasi hubungan antara sekolah dan orang tua murid di SMPN 7 Bitung.
Dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan transparansi, para orang tua berhasil menciptakan momen berkesan bagi para lulusan tanpa menimbulkan kontroversi atau beban bagi tenaga pendidik.
Model penyelenggaraan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengelola acara perpisahan yang etis, sederhana, dan bermakna.

