Jumat, September 11, 2026
HARGA IKLAN
Beranda Berita PEMILIK LAHAN PERTANYAKAN PEMBERIAN UANG DAN IZIN PEMASANGAN JARINGAN WiFi MYREPUBLIC DI...

PEMILIK LAHAN PERTANYAKAN PEMBERIAN UANG DAN IZIN PEMASANGAN JARINGAN WiFi MYREPUBLIC DI DUSUN GUNUNG GUNDIL

0
31
PEMILIK LAHAN PERTANYAKAN PEMBERIAN UANG DAN IZIN PEMASANGAN JARINGAN WiFi MYREPUBLIC DI DUSUN GUNUNG GUNDIL

 

Lombok Barat – Polemik pemasangan jaringan optik WiFi MyRepublic di Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga, termasuk pemilik lahan yang secara sukarela menghibahkan sebagian tanahnya sebagai jalan swadaya masyarakat, meminta pihak vendor pemasangan jaringan memberikan penjelasan secara terbuka terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak tertentu.

Permintaan klarifikasi itu muncul setelah adanya informasi bahwa seorang perwakilan dusun diduga berupaya menyerahkan sejumlah uang kepada pemilik lahan yang selama ini memberikan akses jalan bagi kepentingan masyarakat. Peristiwa tersebut justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah warga mengenai maksud dan tujuan pemberian uang tersebut.

Pemilik lahan mengaku menyayangkan proses pemasangan sejumlah tiang jaringan optik WiFi MyRepublic di wilayah Dusun Gunung Gundil. Menurutnya, vendor yang melakukan pekerjaan pemasangan, termasuk jaringan yang terhubung menuju tower telekomunikasi di kawasan tersebut, dinilai tidak pernah berkoordinasi secara langsung maupun meminta izin kepada para pemilik lahan yang bukan merupakan fasilitas umum (fasum).

“Kami hanya ingin ada penjelasan yang terbuka. Jalan ini merupakan jalan swadaya masyarakat yang dibangun dari tanah yang kami berikan secara sukarela. Seharusnya, jika ada pemanfaatan lahan atau pemasangan jaringan, pihak vendor datang langsung untuk berkomunikasi dan meminta izin kepada pemilik lahan,” ujar salah seorang pemilik lahan.

Masyarakat menilai munculnya dugaan pemberian uang kepada pemilik lahan maupun informasi bahwa sejumlah ketua RT juga menerima sejumlah uang perlu dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak vendor mengenai tujuan maupun dasar pemberian tersebut.

Di sisi lain, warga juga mempertanyakan proses perizinan pemasangan jaringan optik WiFi MyRepublic yang diketahui melintasi hampir seluruh dusun di Desa Jembatan Kembar.

Hasil konfirmasi kepada Pemerintah Desa Jembatan Kembar menyebutkan bahwa pemerintah desa mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan maupun koordinasi, baik secara lisan maupun tertulis, dari pihak penyedia layanan WiFi MyRepublic terkait kegiatan pemasangan jaringan tersebut.

Kondisi tersebut semakin memperkuat harapan masyarakat agar seluruh pihak yang berkepentingan dapat duduk bersama untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

Warga Dusun Gunung Gundil meminta agar pihak vendor pemasangan jaringan, penyedia layanan WiFi MyRepublic, serta Pemerintah Desa Jembatan Kembar segera menggelar pertemuan bersama masyarakat. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang klarifikasi mengenai mekanisme perizinan, dugaan pemberian uang kepada sejumlah pihak, serta pemanfaatan lahan milik warga yang bukan merupakan fasilitas umum.

Masyarakat menegaskan bahwa pertemuan tersebut penting dilakukan agar seluruh persoalan dapat dijelaskan secara transparan, menghindari kesalahpahaman, sekaligus menjaga hubungan baik antara warga, pemerintah desa, dan pihak penyedia layanan telekomunikasi.