SERUAN REVOLUSI TOTAL! Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026: Dari Pesantren Untuk Negeri

Magelang, 23 Oktober 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026, kami merilis flyer resmi bertema “SELAMAT HARI SANTRI 22 OKTOBER 2026 – SERUAN REVOLUSI TOTAL! DARI PESANTREN UNTUK NEGERI”.
Peringatan Hari Santri tahun ini tidak kami maknai sekadar sebagai seremoni tahunan dan ucapan selamat. Kami ingin mengembalikan ruh sejati Hari Santri sebagai momentum kebangkitan kesadaran, keberanian, dan pembebasan.
Flyer tersebut menegaskan tiga seruan utama perjuangan santri hari ini:
1. REVOLUSI KESADARAN!
2. RADIKALISME PEMIKIRAN!
3. TRANSFORMASI STRUKTURAL!
Kami menegaskan kembali sikap:
Santri bukan alat legitimasi kekuasaan, bukan ornamen moral penguasa, dan bukan penonton di tengah ketimpangan.
Santri harus berpikir kritis, menggugat ketidakadilan, membongkar kemunafikan politik, serta melawan segala bentuk penindasan dengan ilmu, keberanian, dan kesadaran ideologis.
Jangan biarkan kitab hanya menjadi hafalan, sementara realitas dibiarkan berjalan tanpa perlawanan intelektual!
Pesantren harus melahirkan manusia merdeka, bukan mentalitas tunduk; intelektual yang berani mengoreksi kekuasaan, bukan sekadar mengamini kepentingan.
Sebab santri sejati tidak sekadar mewarisi sejarah — ia berani menginterogasi zaman dan memperjuangkan masa depan yang lebih adil!
Hari Santri 2026 harus menjadi penanda bahwa santri bergerak dan Indonesia berubah. Dengan semangat ilmu, keimanan, keberanian untuk Indonesia yang bermartabat, kami mengajak seluruh santri, alumni pesantren, dan masyarakat untuk tidak diam.

“Santri bukan alat legitimasi kekuasaan, bukan ornamen moral penguasa, dan bukan penonton di tengah ketimpangan. Santri harus berpikir kritis, menggugat ketidakadilan, membongkar kemunafikan politik, serta melawan segala bentuk penindasan dengan ilmu, keberanian, dan kesadaran ideologis. Jangan biarkan kitab hanya menjadi hafalan, sementara realitas dibiarkan berjalan tanpa perlawanan intelektual! Pesantren harus melahirkan manusia merdeka, bukan mentalitas tunduk; intelektual yang berani mengoreksi kekuasaan, bukan sekadar mengamini kepentingan. REVOLUSI KESADARAN, RADIKALISME PEMIKIRAN, TRANSFORMASI STRUKTURAL! Sebab santri sejati tidak sekadar mewarisi sejarah, ia berani menginterogasi zaman dan memperjuangkan masa depan yang lebih adil” (Ujar Sany salah satu penulis buku di hari santri Nasional tahun ini).
SANTRI BERGERAK, INDONESIA BERUBAH
