Indramayu, Detik sbs– Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Nurhayati, didampingi anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Edi Fauzi, menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, BEM Nusantara, serta Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu Cirebon (IKMI). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Senin /04/05/2026.
Audiensi ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan legislatif daerah dalam menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebijakan nasional maupun daerah yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya sektor pertanian dan ketenagakerjaan.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Cipta Kerja, terutama terkait kebijakan impor yang dinilai berpotensi merugikan petani lokal jika tidak diawasi secara ketat. Selain itu, sejumlah pasal dalam regulasi tersebut juga dianggap belum sepenuhnya melindungi hak-hak buruh.
Mahasiswa turut mendorong pemerintah daerah untuk memperluas cakupan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Indramayu. Saat ini, luasannya disebut baru mencapai sekitar 40 persen dan diharapkan dapat ditingkatkan hingga minimal 87 persen guna menjaga ketahanan pangan dan mencegah alih fungsi lahan.
Selain itu, mereka menolak sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja karena menciptakan ketidakpastian kerja dan minim perlindungan. Mahasiswa juga mendesak Kementerian ATR/BPN untuk segera menetapkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di wilayah Indramayu, serta mendorong pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan.
Tak hanya itu, penolakan terhadap industrialisasi di kawasan Segitiga Rebana juga disampaikan, lantaran dinilai berpotensi mengancam lahan pertanian produktif dan ruang hidup masyarakat. Mahasiswa juga menegaskan penolakan terhadap praktik penggusuran atas nama pembangunan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Indramayu memastikan seluruh masukan akan ditampung dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami akan menampung semua aspirasi atau tuntutan dan akan menindaklanjutinya, kalau kebijakan yang berkaitan dengan kebijakan pusat maka kami akan berkordinasi dengan DPR RI,” kata Nurhayati.
Sementara itu, Edi Fauzi menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya beri apresiasi dan rasa bangganya terhadap ade – ade mahasiswa yang masih peduli mau berpikir terhadap kepentingan rakyat. Menurut saya, hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai demokrasi di kalangan anak muda masih tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat” ungkapnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Indramayu.
( Maman )

