Top 5 This Week

Related Posts

Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Kerajinan & Inovasi Melalui Seminar PINTU Incubator 2026

JAKARTA, 28 Juli 2026 — Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI), bekerja sama dengan LAKON Indonesia dan JF3 Fashion Festival, menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Indonesian-French Seminar on Fashion and Craftsmanship: Rethinking the Fashion of Tomorrow” pada Selasa (28/7/2026) di Auditorium IFI Jakarta. Acara ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam PINTU Focus Week 2026 sekaligus bagian dari perayaan Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

Seminar ini mempertemukan perancang busana ternama, akademisi, peneliti, serta wirausahawan kreatif dari Prancis dan Indonesia. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara, mendorong inovasi tekstil sirkular, serta mengeksplorasi peran kerajinan tradisional (craftsmanship) dalam membangun industri mode yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Bagian dari Deklarasi Borobudur dan Strategi Kebudayaan Bersama

​Program PINTU Incubator yang diinisiasi sejak tahun 2022 kini telah menjadi salah satu pilar utama kerja sama kebudayaan dan ekonomi kreatif antara Prancis dan Indonesia. Program ini secara khusus diakui dalam Deklarasi Borobudur—sebuah strategi kebudayaan bersama yang disahkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden RI Prabowo Subianto pada tahun lalu.

Hingga saat ini, PINTU Incubator telah mendukung lebih dari 150 profesional mode dari kedua negara melalui program residensi, pertukaran profesional, pendampingan (mentorship), serta proyek kreasi bersama (co-creation).

Dalam sambutan pembukaannya, Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, menegaskan bahwa industri mode tidak bisa dibangun hanya dengan kreativitas belaka.

Selama lebih dari dua dekade, kita menyaksikan industri mode terus berubah. Pasar bergeser dan teknologi berkembang. Namun satu hal yang pasti: industri mode yang kuat memerlukan pengetahuan, keahlian kerajinan, pemahaman bisnis, serta ekosistem yang mendukung tumbuhnya para talenta,” ujar Thresia.

Warisan budaya Indonesia sangat kaya, tetapi heritage tidak bisa hanya dilestarikan. Ia harus tetap hidup, berevolusi, dan menemukan relevansinya di dunia saat ini.”

Perwakilan Kedutaan Besar Prancis / IFI turut menyampaikan bahwa kerja sama ini menyatukan dua kekuatan utama: keahlian kerajinan dan tradisi tekstil Indonesia yang dinamis, berpadu dengan kepakaran Prancis di bidang luxury craftsmanship, riset bahan, dan pendidikan desain.

Puncak Residensi: Kolaborasi Tenun Lombok & Batik Mojokerto

​Momen penting PINTU Incubator tahun ini ditandai dengan peragaan busana kolaboratif pada JF3 Fashion Festival tanggal 23 Juli 2026.

​Selama beberapa bulan masa residensi di Indonesia, desainer muda Prancis Lisa Rayar dan Mickaël Nana melakukan penjelajahan mendalam terhadap kerajinan lokal—seperti teknik tenun khas Lombok dan batik dari Mojokerto. Mereka kemudian mentransformasikannya menjadi koleksi kontemporer bersama desainer muda Indonesia, Gabriel Marcella Budiono dan Beatrice Angelica. Koleksi hasil kreasi bersama bertajuk Olaraj dan Garuda tersebut dipamerkan kepada publik sebagai bukti nyata sinergi antar-budaya.

Dua Panel Diskusi Utama

​Seminar yang dipandu oleh pendidik mode dan pakar strategi pemasaran Dino Augusto ini menghadirkan dua sesi diskusi panel utama:

​1. Craftsmanship and Slow Fashion.

Mengeksplorasi peran kerajinan tangan dan bahan lokal sebagai alternatif terhadap model fast fashion. Panel ini menghadirkan Thresia Mareta (LAKON Indonesia), Darja Richter-Widhoff (ENAMOMA-PSL), Fengyuan Dai (brand 30%70), Gabriel Marcella Budiono, dan Mickaël Nana. Diskusi menyoroti pentingnya memberi nilai baru pada kerajinan tradisional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

​2. Textile Innovation and Future of Fashion

Membedah peran inovasi teknologi, bahan berbasis hayati (bio-based materials), smart textiles, dan desain sirkular. Menghadirkan Pascaline Wilhelm (ENAMOMA-PSL), Mathieu Buard (École Duperré Paris), Alia Sarastita (The New Factory), dan Prof. Mohamad Widodo, PhD (Politeknik STTT Bandung). Panelis mendiskusikan pentingnya riset lintas disiplin dan ekonomi sirkular untuk menyiapkan generasi penerus di bidang tekstil dan mode.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan Mode

Seminar ini menegaskan komitmen berkelanjutan antara Indonesia dan Prancis dalam menciptakan ekosistem mode yang tidak hanya berdaya saing secara global, tetapi juga ramah lingkungan dan adil secara sosial. Melalui pertukaran pengetahuan dan jaringan kerja sama ini, PINTU Incubator terus membuka peluang baru bagi para perancang muda untuk berkembang di panggung internasional

Popular Articles