
Jakarta, 2026 – Hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia terus mengalami penguatan yang signifikan di berbagai sektor strategis. Hal ini ditegaskan kembali dalam perayaan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) yang digelar oleh Kedutaan Besar Prancis di Hotel Raffles, Jakarta pada Selasa malam, 14/07/2026.
Kerja sama kedua negara kini tidak hanya berfokus pada bidang industri dan teknologi, tetapi telah meluas ke ranah operasional militer, perdagangan, investasi, hingga pelestarian warisan budaya.
Berbagai tamu undangan, termasuk perwakilan diplomatik, pelaku dunia usaha, serta pejabat dari kalangan pemerintahan.turut hadir dalam acara tersebut.
​Acara resepsi diplomatik yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan tersebut menjadi momentum penting untuk merayakan kemitraan strategis kedua negara, mulai dari sektor pertahanan, ekonomi, hingga kebudayaan.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Bapak Fabien Penone, dan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Bapak Natalius Pigai memberikan kata sambutan untuk mengawali acara istimewa ini.
Mengenang Kunjungan Prabowo Subianto di Paris
Dalam pidato sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Prancis, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, mengenang kembali momen bersejarah setahun yang lalu. Tepat pada perayaan Hari Nasional Prancis tahun sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung sebagai tamu kehormatan di Paris.
Tidak hanya itu, lebih dari 450 personel militer dan kepolisian Indonesia juga ikut berpartisipasi langsung dalam parade militer bergengsi di kawasan Champs-Élysées. Dubes Penone menegaskan bahwa sejak momen 14 Juli tersebut, hubungan bilateral kedua negara terus mengalami pendalaman dan diversifikasi yang luar biasa.

​Intensitas Kerja Sama yang Semakin Kuat
Memasuki tahun 2026, intensitas kerja sama diplomatik kedua negara berada di level tertinggi. Tercatat sejak Januari 2026, kepala negara Prancis dan Indonesia telah bertemu sebanyak tiga kali, termasuk kunjungan kenegaraan resmi Presiden Prabowo ke Prancis.
Prancis dan Indonesia berkomitmen untuk terus saling mendukung di kancah internasional, baik di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, maupun dalam proses keanggotaan Indonesia di OECD.
Kerja sama kedua negara kini tidak hanya berfokus pada bidang industri dan teknologi, tetapi telah meluas ke ranah operasional militer, perdagangan, investasi, hingga pelestarian warisan budaya.
Di sektor pertahanan dan kedaulatan, Dubes Penone menyoroti upacara penyerahan tahap awal pesawat tempur Rafale pesanan Indonesia yang telah sukses diselenggarakan di Jakarta, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sementara di sektor ekonomi, saat ini terdapat lebih dari 200 perusahaan asal Prancis yang beroperasi dan berinvestasi aktif di Indonesia. Dubes Penone juga memuji kolaborasi yang kuat di bidang kebudayaan dan pelestarian warisan budaya, di mana para menteri kebudayaan kedua negara telah bertemu sebanyak empat kali dalam setahun terakhir.
Pemerintah optimistis dapat terus mengandalkan komitmen jangka panjang dari berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat ikatan bilateral ini. Elemen pendukung tersebut bergerak aktif di berbagai lini, baik dari kalangan pengusaha, anggota asosiasi, hingga para staf dari jaringan sekolah-sekolah Prancis dan pusat-pusat kebudayaan Prancis di Indonesia.
Apresiasi dari Pemerintah Indonesia
Setelah penyampaian pidato dari pihak Kedutaan Besar Prancis, giliran Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, diundang naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan kehormatan mewakili pemerintah Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang mempertemukan para pejabat pemerintah, korps diplomatik, perwakilan diaspora Prancis, serta para mitra strategis dalam suasana hangat, sembari menyuarakan semboyan keberagaman dan persahabatan: “Vive la France, Vive l’Indonésie, et Vive l’amitié franco-indonésienne!” (Jayalah Prancis, Jayalah Indonesia, dan Jayalah persahabatan Prancis-Indonesia!).
#Nurmaladewi

