
JAKARTA, 14 Agustus 2026 – Pianis muda Indonesia, Michael Anthony Kwok, baru saja menyelesaikan program musik musim panas intensif dan sukses memukau penonton di festival musik klasik bergengsi di Paris, Prancis. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan musiknya sekaligus membuktikan eratnya kerja sama budaya antara Indonesia dan Prancis.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut français d’Indonésie (IFI), bekerja sama dengan Ananda Sukarlan Center (ASC), menggelar acara jumpa pers bersama Michael Anthony Kwok , Pemenang Hadiah Utama Ananda Sukarlan Award (ASA) 2025 , yang baru saja kembali dari program musik musim panas intensif di Paris. Acara ini berlangsung pada Hari Jumat, 14/08/2026, di IFI Jakarta.
Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bertemu dengan Michael Anthony Kwok ,dan Ananda Sukarlan serta Direktur IFI, Jules Irrmann , untuk dapat mendengar langsung tentang perjalanan Michael dari memenangkan Penghargaan Ananda Sukarlan hingga pengalamannya yang tak terlupakan di Prancis.
Tonggak Sejarah Baru Bagi Musisi Muda
Michael Anthony Kwok merupakan Pemenang Hadiah Utama Ananda Sukarlan Award (ASA) 2025. Penampilannya di Paris mencetak sejarah baru bagi ajang ASA, di mana untuk pertama kalinya pemenang utama merupakan seorang penyandang spektrum autisme.

Selama berada di Paris pada 14–20 Juni 2026, Michael menjalani serangkaian program seni intensif dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut français d’Indonésie (IFI), yaitu Program Intensif di Conservatoire Municipal Charles Munch: Mengikuti enam sesi privat bersama tiga pianis ternama Prancis.
Dimana sepanjang program tersebut dilakukan Bimbingan Maestro, dari Orlando Bass: Mentoring teknik piano dan interpretasi musik, Isabelle Dubuis: Pengkajian mendalam karya Maurice Ravel, dan Éric Le Sage: Pengkajian karya-karya piano Francis Poulenc dan Claude Debussy.

Memukau Panggung Festival Fièvres Musicales
Puncak perjalanan seni Michael ditandai dengan penampilannya di Festival Fièvres Musicales pada 17–18 Juni 2026. Dalam festival tersebut, Michael membawakan dua karya utama, yaitu Le Tombeau de Couperin karya Maurice Ravel dan Rapsodia Nusantara No. 44 karya komposer Ananda Sukarlan, sebuah komposisi yang diciptakan khusus untuk Michael.
Karya Rapsodia Nusantara No. 44 memadukan melodi lagu daerah Indonesia Potong Bebek Angsa dengan tradisi musik klasik Eropa, menciptakan bentuk “dialog budaya” yang indah antara Indonesia dan Prancis. Penampilannya pun mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Kemitraan Strategis IFI dan Ananda Sukarlan Center
Pencapaian Michael merupakan buah dari kemitraan jangka panjang yang terjalin sejak 2014 antara IFI dan Ananda Sukarlan Center (ASC). Kerjasama ini berfokus pada mobilitas seni, pertukaran pengetahuan, serta dukungan beasiswa program musim panas di Prancis bagi pemenang utama ASA.
Pada tahun 2025, kemitraan ini makin diperkuat lewat pembaharuan perjanjian kerja sama serta penyelenggaraan masterclass eksklusif oleh Trio Saint-Saëns (Éric Lacrouts, Fabrice Loyal, dan Orlando Bass) bagi para finalis ASA dan musisi muda Indonesia.
Sekilas Tentang Ananda Sukarlan Award (ASA):
Didirikan pada 2008, ASA kini menjadi kompetisi musik klasik terkemuka di Indonesia untuk musisi di bawah usia 30 tahun. Kompetisi ini telah melahirkan nama-nama besar di kancah nasional maupun internasional, seperti Isyana Sarasvati, Mariska Setiawan, Calvin Abdiel Tambunan, Randy Ryan, dan Dr. Edith Widayani.

