
JAKARTA, 2026 – Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Republik Prancis terus menunjukkan penguatan yang signifikan. Dalam resepsi diplomatik perayaan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) 2026 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, 14/07/2026.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, hadir mewakili pemerintah Indonesia untuk menyampaikan pidato kehormatan sekaligus menegaskan komitmen kerja sama yang lebih mendalam di antara kedua negara.
Apel Persahabatan dan Simbol Kebebasan
Membuka pidatonya, Menteri Natalius Pigai menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh rakyat Prancis atas hari nasional mereka. Beliau menegaskan bahwa momentum Bastille Day bukan sekadar perayaan sejarah bagi Prancis, melainkan simbol abadi dari persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Prancis.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan momen historis bagi Prancis, tetapi juga persahabatan yang langgeng antara kedua negara kita. Bastille Day berdiri sebagai simbol kuat dari kebebasan, nilai-nilai sipil, serta semangat demokrasi—prinsip yang beresonansi mendalam dengan Indonesia, serupa dengan Pancasila,” ujar Natalius Pigai dalam pidato berbahasa Inggrisnya.
Menteri HAM RI juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, beserta seluruh jajaran staf Kedutaan Besar Prancis dan komunitas diplomatik atas dedikasi tanpa henti dalam memperkuat fondasi kerja sama bilateral.

Peningkatan Status Kemitraan Strategis Komprehensif
Dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan politik dan keamanan antara Jakarta dan Paris mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Intensitas kunjungan tingkat tinggi antardua negara menjadi lebih sering dan substantif.
Salah satu tonggak sejarah terpenting yang disoroti adalah kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada tahun 2026 ini, serta pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut menegaskan kembali visi bersama kedua kepala negara untuk meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership).
Bagi Indonesia, kemitraan ini mencerminkan pendekatan modern terhadap diplomasi, yang mengintegrasikan beberapa sektor krusial:
• Kerja sama pertahanan yang mendalam.
• Pengembangan industri strategis dan keamanan maritim.
• Membangun ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan global yang terus bermunculan.
Kemitraan yang Humanis dan Inklusif
Menteri Natalius Pigai menekankan bahwa hubungan erat ini tidak hanya terbatas pada sektor keamanan dan militer. Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor kebudayaan, pendidikan, inovasi teknologi, hubungan antar-masyarakat (people-to-people ties), serta penegakan Hak Asasi Manusia.
“Ini adalah kemitraan yang dibangun di atas rasa percaya, saling menghormati, dan visi bersama demi stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Sebagai Menteri HAM, saya bangga karena kemitraan Indonesia-Prancis ini juga dibangun di atas nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan,” tambahnya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Menutup pidatonya yang penuh semangat, Natalius Pigai mengajak seluruh undangan yang hadir untuk optimis menatap masa depan hubungan kedua negara yang lebih damai, stabil, dan sejahtera.
“Congratulations once again to the French Republic! French winner!” seru Natalius Pigai menutup sambutannya, disambut dengan sorak-sorai hangat dan yel-yel persahabatan komite diplomatik kedua negara.
#Nurmaladewi

