Top 5 This Week

Related Posts

Waduk Bojongsari Indramayu: Dulu Jadi Ikon Wisata, Kini Terlihat Sepi dan Terbengkalai

Indramayu, Detik sbs – Kawasan Waduk Bojongsari yang berada di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pernah menjadi salah satu destinasi yang cukup dikenal masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan yang sempat menjadi kebanggaan daerah tersebut kini terlihat kehilangan geliatnya.

Sejumlah fasilitas wisata yang pernah dibangun di kawasan Bojongsari, seperti kolam renang Rumah Pintar Mutiara Bangsa, wahana kereta gantung, hingga air terjun buatan, saat ini tampak tidak lagi beroperasi. Bangunan yang dulu menjadi daya tarik wisata kini terlihat sepi dan sebagian fasilitasnya mulai terbengkalai.

Padahal, lokasi Waduk Bojongsari berada cukup strategis karena berada di pusat Kabupaten Indramayu. Kawasan tersebut sebelumnya ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati suasana wisata air dan ruang rekreasi keluarga.

Salah seorang warga sekitar, Arip mengaku prihatin melihat kondisi kawasan yang dulu ramai kini menjadi sunyi.

“Dulu kalau hari libur banyak orang datang ke sini, anak-anak bisa bermain dan masyarakat punya tempat hiburan. Sekarang kondisinya berbeda, banyak bangunan yang tidak terawat. Kami berharap pemerintah bisa kembali menghidupkan kawasan ini,” ujar Arip.
Sabtu/25/07/2026.

Menurut warga lainnya wari keberadaan Waduk Bojongsari sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali. Selain dapat menjadi tempat wisata, kawasan tersebut juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kalau dikelola dengan baik, pasti bisa ramai lagi. Pedagang kecil, warga sekitar juga bisa mendapatkan manfaat. Sayang kalau fasilitas yang sudah ada dibiarkan begitu saja,” katanya.

Tidak hanya warga sekitar, kondisi sepinya kawasan Waduk Bojongsari juga dirasakan oleh para pedagang yang pernah menggantungkan penghasilan dari ramainya pengunjung wisata.

Sejumlah pedagang mengaku sejak aktivitas wisata berhenti, pendapatan mereka mengalami penurunan cukup drastis. Kawasan yang dahulu ramai oleh wisatawan kini lebih sering terlihat lengang, sehingga membuat aktivitas jual beli tidak seramai sebelumnya.

Wawan, salah seorang pedagang mie ayam yang biasa berjualan di sekitar kawasan Waduk Bojongsari mengatakan, dirinya masih berharap pemerintah dapat menghidupkan kembali kawasan tersebut.

“Dulu kalau hari libur banyak pengunjung datang, jualan mie ayam lumayan ramai. Sekarang jauh berbeda, kadang seharian hanya beberapa pembeli yang datang. Kami berharap wisata Bojongsari bisa dibuka dan dikelola kembali,” Ujarnya.

Pedagang lainnya juga menyampaikan bahwa keberadaan wisata bukan hanya soal tempat hiburan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat kecil.

“Kalau waduk ramai lagi, bukan hanya pedagang yang untung. Tukang parkir, warga yang punya usaha kecil, dan masyarakat sekitar juga pasti ikut merasakan manfaatnya. Kami ingin tempat ini hidup kembali seperti dulu,” ungkapnya.

Menurut para pedagang, fasilitas yang sudah dibangun seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Mereka berharap pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan, mulai dari perawatan fasilitas, promosi wisata, hingga membuat program yang mampu menarik kembali pengunjung.

“Sayang sekali kalau bangunan dan fasilitas yang sudah ada dibiarkan kosong. Kami siap mendukung kalau kawasan ini kembali dibuka, karena banyak warga yang ingin mencari penghasilan dari ramainya pengunjung,” tambah salah seorang pedagang.

Bagi masyarakat sekitar, Waduk Bojongsari bukan hanya sekadar kawasan wisata, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius agar Bojongsari kembali menjadi pusat kegiatan masyarakat dan salah satu tujuan wisata kebanggaan Kabupaten Indramayu.

Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah Gedung Mutiara Bangsa (GMB) yang diresmikan pada 2017. Gedung tersebut sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Indramayu. Pembangunan gedung tersebut menggunakan anggaran APBD dengan nilai sekitar Rp126 miliar.

Namun setelah pandemi Covid-19 melanda, aktivitas wisata di kawasan tersebut berhenti dan hingga kini belum kembali berjalan secara maksimal. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait keberlanjutan pengelolaan aset daerah tersebut.

Kawasan wisata Bojongsari kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu. Masyarakat berharap ada langkah nyata untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut agar tidak menjadi aset yang terbengkalai.

Sebelumnya, Bupati Indramayu Lucky Hakim saat masa kampanye pernah menyampaikan rencana untuk mengaktifkan kembali wisata Bojongsari apabila terpilih. Namun hingga kini sebagian warga masih menunggu realisasi program tersebut.

“Kami hanya berharap janji untuk menghidupkan kembali Bojongsari benar-benar diwujudkan. Jangan sampai tempat yang sudah dibangun dengan biaya besar akhirnya hanya menjadi bangunan kosong,” ungkap Maman.

Kini, masa depan Waduk Bojongsari menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Apakah kawasan yang pernah menjadi ikon wisata Indramayu itu dapat kembali hidup, atau hanya akan menjadi kenangan bagi masyarakat yang pernah merasakan kejayaannya.
( Maman )

Popular Articles