Jumat, Juli 31, 2026
HARGA IKLAN
Beranda Berita WARGA TOLAK AKSES MATERIAL TOWER DI DESA JEMBATAN KEMBAR, TUNTUT PERUSAHAAN TEPATI...

WARGA TOLAK AKSES MATERIAL TOWER DI DESA JEMBATAN KEMBAR, TUNTUT PERUSAHAAN TEPATI JANJI KEPADA MASYARAKAT

0
4

WARGA TOLAK AKSES MATERIAL TOWER DI DESA JEMBATAN KEMBAR, TUNTUT PERUSAHAAN TEPATI JANJI KEPADA MASYARAKAT

LOMBOK BARAT_ Aksi penolakan terhadap pengangkutan material menuju tower telekomunikasi terjadi di Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat, 31 Juli 2026. Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah warga bersama pemilik lahan sebagai bentuk protes atas belum terealisasinya sejumlah komitmen yang menurut masyarakat pernah disampaikan perusahaan sejak awal berdirinya tower.
Berdasarkan keterangan perwakilan warga, Bandy Junior, akses jalan menuju lokasi tower merupakan jalan swadaya masyarakat yang dibangun di atas lahan yang diberikan demi kepentingan bersama. Namun, selama puluhan tahun berdirinya tower, warga mengaku belum merasakan manfaat yang dijanjikan.
Menurut Bandy Junior, masyarakat hanya merasakan dampak aktivitas operasional tower, sementara janji pembangunan penerangan jalan menuju lokasi tower yang juga menjadi akses penghubung antar dusun hingga kini belum terealisasi.
Jalan ini dibangun dari swadaya masyarakat. Harapan kami sederhana, perusahaan memenuhi komitmen yang pernah disampaikan kepada warga, terutama penerangan jalan dan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Warga juga menyoroti telah beberapa kali terjadi pergantian kepemilikan maupun pengelolaan tower telekomunikasi. Namun, menurut mereka, setiap pergantian tersebut tidak pernah melibatkan ataupun meminta persetujuan dari pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan lokasi tower.

Penolakan pengangkutan material akhirnya mendorong pihak perusahaan melakukan komunikasi dengan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Panji Hadi Kusuma, yang disebut sebagai perwakilan PT Daya Mitra Telekomunikasi, berdialog dengan perwakilan warga untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan yang selama ini disampaikan masyarakat.
Dalam dialog tersebut, warga meminta perusahaan segera merealisasikan komitmen yang selama ini belum dipenuhi, khususnya pembangunan penerangan jalan menuju lokasi tower serta bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terdampak.
Perwakilan masyarakat juga menyampaikan peringatan bahwa apabila perusahaan tidak menunjukkan itikad baik dan tidak segera menindaklanjuti hasil dialog, warga akan mempertimbangkan untuk tidak memberikan akses jalan menuju lokasi tower sampai terdapat penyelesaian yang disepakati bersama.